IDI Talk: Kesehatan Reproduksi Santri

IDI Talk: Kesehatan Reproduksi Santri

Ahad, 1 Juni 2025, merupakan puncak acara dari kegiatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) tahun 2025. Karena jalur pulang kembali ke Kraksaan dari Kota Tuban dapat melewati Desa Tunggul Kec. Paciran, maka saya memohon kepada Bapak Ketua IDI Cab. Kab. Probolinggo dan rombongan untuk dapat mampir ke Pondok Al Amin Tunggul. Alhamdulillah, Bapak Ketua IDI, dr. H. Syahrudi, Sp.B. FINACS. berkenan hadir di Yayasan Pondok Pesantren Al Amin Tunggul dan sekaligus berkenan bertemu santri dan para asatidz. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah 83 santri dan 14 asatidz yang mengawal para santri tersebut. Acara berlangsung tertib dan menyenangkan, para santri antusias dengan kegiatan ini.

Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) tahun 2025 diperingati oleh IDI Wilayah Jawa Timur secara meriah di Kabupaten Tuban. IDI Cab. Tuban menjadi tuan rumah kegiatan HBDI kali ini dan mengusung tema “IDI Berkemajuan, Berbakti untuk Negeri, Mengabdi untuk Rakyat”. Dokter dari IDI Cabang Kabupaten Probolinggo turut berperan aktif dalam kegiatan HBDI, mulai dari bulutangkis, malam keakraban dan Sunrise Run yang menjadi puncak kegiatan pada tanggal 1 Juni 2025. Selesai mengikuti Sunrise Run, para dokter dari IDI Cab. Kab. Probolinggo melanjutkan kegiatan di Yayasan Pondok Pesantren Al Amin Tunggul Paciran Lamongan. Dokter dari Kab. Probolinggo memberikan motivasi dan penyuluhan terkait dengan kesehatan reproduksi santri.

Flyer kegiatan HBDI IDI Cab. Kab. Probolinggo (Dokumen IDI, 2025)

Kegiatan yang bermula dari obrolan ringan menjadi sangat bermanfaat untuk masyarakat pondok pesantren Al Amin. Ketua Yayasan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan menyambut baik maksud dan tujuan Dokter Probolinggo dan berharap kegiatan semacam ini dapat terlaksana kembali dalam kesempatan berbeda. Ketua Yayasan juga mengajak para santri untuk mencintai diri sendiri agar dapat lebih berdaya guna dan terus belajar dan sekolah agar lebih baik lagi dan dapat membanggakan orang tua dan almamater.

Sambutan selanjutnya diberikan oleh Ketua IDI Cab. Kab. Probolinggo, dr. H. Syahrudi, Sp.B. FINACS. Ketua IDI memberikan edukasi terkait dengan kesehatan reproduksi untuk santri. Pak Dokter mengajak interaksi para santri untuk menilai bagaimana membedakan laki-laki dan perempuan. Beliau menyiapkan hadiah uang ringgit untuk para santri yang dapat menjawab dengan baik dan benar. Perbedaan laki-laki dan perempuan yang utama adalah DNA, jenis kelamin dan hormon.

Foto bersama santri putra dengan dokter dan guru (Dokumen IDI, 2025)

Hormon laki-laki yang berpengaruh adalah testosteron dapat menyebabkan mulai tumbuhnya rambut kumis, jakun, dan suara lebih berat dan juga mendapat mimpi basah. Hormon perempuan adalah estrogen dan progesteron, di sini akan menimbulkan perubahan pada usia SD akhir atau SMP dimana perempuan mulai menstruasi dan payudara membesar. Belajar tentang hal-hal yang terkait dengan perbedaan laki-laki dan perempuan adalah bukan hal porno. Tetapi ini merupakan pelajaran untuk lebih dapat menghargai bagaimana memperlakukan teman sebaya perempuan dan laki-laki ini dengan baik. Tidak ada bulliying dan tidak ada gurauan terkait dengan jenis kelamin. Laki-laki dan perempuan mempunyai kiprah yang sama dalam pendidikan dan pekerjaan. Tidak ada perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan.

Foto bersama santri putri dengan dokter dan guru (Dokumen IDI, 2025)

Acara terakhir adalam pemberian motivasi oleh dr. A.A. Sagung Mas Cahyandari, Sp.KFR. AIFO-K. Dokter yang biasa dipanggil dengan dr. Sagung atau dr. Aas ini mengawali dengan pertanyaan, siapa yang ingin menjadi dokter? Respon para santri ternyata ada 9 orang santri yang menginginkan menjadi dokter. Beliau memberikan motivasi kepada santri agar terus fokus, rajin dan tekun belajar. Kita harus mempunyai cita-cita setinggi langit, dan kita harus mengupayakan agar cita-cita kita tercapai dengan usaha maksimal, belajar fokus dan tekun.

Motivasi dr. Sagung ditutup dengan quotes: Orang pintar tapi tidak fokus dan tidak tekun belajar akan kalah dengan orang biasa yang fokus belajar dengan tekun. Semakin tinggi sekolahnya, semakin cantik orangnya, semakin ganteng orangnya.

🦋Izzuki Muhashonah, Pembelajar asal Kab. Lamongan

12 Comments

  1. fiddini ismi

    Pesannya bu dr Aas.. 😍, kapan ngajak kita kesana bu dokter..

Leave a Reply to Darminto Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *