GAMBIT RAJA, TAFSIR INTELEKTUAL IMAM ROBANDI

Arry Azhar, Pembelajar dari Tangerang

Buku apapun karya Imam Robandi selalu menikung dan menghentak. Ketika kita mendengar dan membaca kalimat Gambit Raja, untuk yang menahu permainan catur maka akan langsung mengenalnya karena Gambit Raja adalah sebuah pembukaan dalam permainan catur, dan itu adalah salah satu permainan yang disukai oleh Prof Imam Robandi Guru Besar ITS yang juga seorang pemain catur di masa mudanya.

Kenangan memesona buku hebat itu empat tahun lalu kembali lagi di awal Mei 2024 ini. Mari kita buka Wikipedia. Catur adalah permainan papan strategi dua orang yang dimainkan pada sebuah papan kotak-kotak yang terdiri dari 64 kotak, yang disusun dalam petak 8×8, yang terbagi sama rata (masing-masing 32 kotak) dalam kelompok warna putih dan hitam. Catur diyakini berasal dari permainan India, chaturanga (yang menjadi asal nama catur), sekitar abad ke-7. Chaturanga juga diperkirakan merupakan nenek moyang dari permainan strategi serupa yang berasal dari Dunia Timur, seperti xiangqi (catur Cina), janggi (catur Korea), dan shogi (catur Jepang). Catur mencapai Eropa pada abad ke-9, saat terjadi penaklukan Hispania oleh Umayyah. The pieces assumed their current powers in Spain in the late 15th century; the modern rules were standardized in the 19th century. Buah-buah catur tedrsebut diperkirakan mendapat bentuknya yang dikenal saat ini pada akhir abad ke-15 di Spanyol, sedangkan aturan catur modern distandardisasi pada abad ke-19, sedangkan Gambit raja merupakan salah satu bukaan tertua yang terdokumentasi. Itu diperiksa oleh pemain catur Italia abad ke-17 Giulio Cesare Polerio, dan muncul juga di salah satu buku catur paling awal, Repetisi Luis Ramírez de Lucena dari Amores y Arte de Ajedrez (1497). Gambit Raja, adalah salah satu bukaan yang paling populer hingga akhir abad ke-19, ketika perbaikan dalam teknik pertahanan membuatnya menurun popularitasnya.

Permainan Catur memang permainan yang penuh dengan strategi, sehingga tidak banyak Masyarakat umum yang menyukai permainan ini. Menurut liputan 6, ada lima tokoh pergerakan dunia yang memiliki hobby bermain catur itu diantaranya adalah; Vladimir Lenin, Che Guevara, Josip Broz Tito, Mahatma Gandhi dan Albert Einstein. Melihat lima orang tersebut dan karya karya mereka, mungkin kita dapat menyepakati bahwa permainan catur dapat mengasah serta mempertajam akal kita. Maka wajar jika Prof Imam menyukai permainan ini karena ia salah seorang ahli dalam berstrategi, terutama strategi tentang bagaimana memantik para santri-santrinya di IRo-Society.

Pembukaan catur, adalah tahapan pertama dalam sebuah permainan catur. Terdapat sejumlah jenis pembukaan yang berbeda, ratusan ragam nama. Diantara jenis pembukaan itu yaitu: Gambit Balasan Albin, Gambit Benko, Gambit Blackmar Diemer, Gambit Budapest, Gambit Denmark, Gambit Evans, Gambit Latvia, Gambit Morra, Gambit Menteri, dan yang terakhir adalah Gambit Raja.

Gambit Raja yang akan kita bahas dalam tulisan ini adalah, Gambit Raja buku karya Prof Imam Robandi. Setelah membaca buku karya Prof. Imam sebelumnya yaitu THE ETHOS OF SAKURA, maka saya membaca buku karya beliau selanjutnya yaitu GAMBIT RAJA ini.

Gambit Raja, memiliki 65 halaman lebih banyak dari pada THE ETHOS OF SAKURA. Buku ini pun memiliki chapter yang lebih banyak pula, tercatat ada 88 chapter yang tersaji dalam GAMBIT RAJA. Buku yang ada di tangan saya ini, diterbitkan oleh Sunhouse Digital dan didistrikbusikan dengan baik oleh ISLA (Indonesia School Leader Association). Buku yang di cetak dengan hardcover ini, membuat buku ini terkesan lebih ekslusif dan berkelas, tetapi sayangnya buku ini, tidak dapat dengan mudah diperoleh mungkin karena penjualnya tidak umum, saya pun memperoleh buku ini dari seorang kawan (Cak Rudi Edogawa) seorang IRotizen dari Kab. Pasuruan.

Isi dari tiap chapter dalam buku GAMBIT RAJA ini, sangat fantastis. Banyak sekali ‘elemen surprise’ didalamnya. Beberapa chapter, Prof Imam menulis tentang keadaan pemilu dan bangsa ini yang ‘carut marut’, tetapi tetap Prof Imam menggunakan ‘satire’ dalam penyajiannya. Buku ini ditulis jauh sebelum Pemilu 2024 terjadi, seolah-olah Prof Imam dapat memprediksi apa yang akan terjadi dalam pemilu 2024 dalam buku Gambit Raja tulisannya, jadi bagi yang telah membaca buku ini, maka peristiwa pemilu 2024 tidak akan terlalu menggagetkan. Andai saja para kontestan membaca buku ini 5 tahun yang lalu maka, mungkin jalan cerita pemilu 2024 tidak akan seperti yang kita tahu.

Dari chapter pertama hingga chapter ke 32, saya perhatikan banyak sekali diksi Prof. Imam dengan menggunakan Aksara Jepang (日本), hal ini membuat buku ini semakin menarik. Dalam chapter 19, Prof. Imam menumpahkan suasana batinnya ketika menggumpulkan kepala sekolah se-Indonesia (インドネシア), “geger”, dicemooh bahkan ia dituduh sedang menyusun kekuatan. Entah kekuatan apa yang dimaksud dalam chapter ini, tetapi aura emosi dapat dirasakan dalam chapter itu. Emosi yang dapat kita rasakan merupakan emosi perubahan yang dituduh macam-macam, jika hal ini diketahui oleh orang orang yang pro perubahan mungkin akan menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran. Profesor ITS yang jago menjadi dalang wayang kulit ini, tidak ”pundung”, ia terus berusaha dan bergerak untuk mengubah budaya masyarakat melalui tulisan, ide, gagasan serta contoh yang selalu ia lakukan. Selain itu, kegundahan serta kejengkelan beliau, beliau curahkan melalui tulisan-tulisan fenomenalnya seperti dalam Chapter 19 dalam bukunya Gambit Raja. Tidak hanya aksara Jepang yang disajikan oleh Prof Imam, di salah satu chapter Prof Imam memberikan Aksara Arab (عرب).

Buku ini bukan hanya berbicara tentang pemilu, keadaan Indonesia, peristiwa di Gunung Slamet dan Gunung Lawu, tetapi jika kita baru bergabung dengan IRo, maka akan banyak yang kita dapatkan informasi tentang partisipan lama bahkan ada berapa saja grup IRo itu. Bukan hanya itu, kita pun disajikan tentang bagaimana partisipan hebat itu jatuh bangun dalam berkarya dan bertahan dalam keistiqomahannya, tetapi ada juga yang Prof. Imam ‘sindir’ dalam buku ini. Dalam buku ini pun, kita akan melihat typo, galau dan romantika seorang Prof. Imam Robandi, guru dalam ‘dojo’ IRo- Society. Yang lebih menarik adalah, apakah memang buku itu disajikan seperti itu atau memang Prof Imam ingin ketika para pembaca membaca buku GAMBIT RAJA ini, seperti sedang bermain catur. Ketika kita sedang bermain catur, maka haru biru perasaan kita menjadi satu, sama seperti ketika saya membaca buku ini.

Buku GAMBIT RAJA ini, sangat luar biasa. Jika Anda, ingin mengetahui sisi sisi ‘Humaniora’ Prof. Imam lebih dalam, melihat bagaimana Prof Imam menilai Pemilu dan kadaan bangsa ini, mungkin buku ini dapat menjadi salah satu referensinya. Terlebih jika anda menginginkan menjadi Robandian, yang memiliki 22 karakter yang beliau ajarkan dalam chapter 64. Dua puluh dua karakter itu diantaranya adalah diferensiasi, salah satu yang hari ini diajarkan dalam kurikulum merdeka di sekolah, padahal buku ini ditulis oleh Prof Imam pada tahun 2019. Hal ini pun diutarakan oleh, Ibu Elvandari Pubianti, beliau mengatakan agar kita bersiap siap untuk tertohok, takjub, teriris batinnya dan akhirnya terperosok malu. Beranikah Anda membacanya dan menjadi Robandian?

Cikokol, May 9, 2024

Spread the love

14 Comments

  1. Masya Allah Pak Arry Azhar yang luar biasa mengupas buku Gambit Raja untuk memotivasi para pembaca yang cinta ilmu. Terima kasih Prof. Imam Robandi, Pak Arry, dr. Izzuki sehingga amak dapat membaca tulisan ini

  2. Ma sya Allah. Tulisan Ustadz Ari luar biasa menggambarkan Sosok Sensei yang super luar biasa.

  3. MasyaAllah tulisan keren Pak Anang Ashari, sangat Robandian. Terima kasih dr. Izzuki telah berbagi cerita.

    • Terima kasih Bunda, tulisan Pak Arry Azhar keren, yang ditulis juga istimewa dan keren, beruntung kita menjadi santri Prof. IRo

  4. Endang Supriyati

    Masyaa Allah. Ustadz Arry Ashar, begitu muncul Cetar membahana.

      • Titik Rahmawati

        Tulisan Ustad Arry Ashar makin membuat saya penasaran membaca ‘Gambit Raja’ namun apa daya belum jua mendapatkan bukunya. Kata Cak Edo ‘terbit langsung ludes’. Sahabat IRo… siapakah yang punya lebih… contact me please…

        Terimakasih Mb dr Izz. Web yang keren, tempat berbagi ilmu. Barakallah…

        • Terima kasih Bunda, setuju Bunda

          nanti kalau pas Cak Munali melihat, mungkin ada lebihan buku Gambit Raja ya

  5. MasyaAllah. Tulisan yang luar biasa nyaman dibaca dan membuka wawasan. Sejak lama saya penasaran dengan isi buku ini dan ingin memiliki. Harapan saya sama dengan Bu Titik

    • Betul Mbak Yuni, selamat menikmati tulisan Ustadz Arry Azhar. Saya sendiri belum membuat resensi Gambit Raja. Coba kalau dekat, kita dapat saling meminjam buku ya, hihihi
      Semoga segera mendapat buku Gambit Raja ini Mbakyu

Leave a Reply to Abunawas Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *