Labuan Bajo, yang Terkenang dan Dirindukan

Labuan Bajo, yang Terkenang dan Dirindukan

Tahun 2020 pandemic melanda dunia. Masyarakat tidak ada kegiatan yang hilir mudik. Tidak ada yang melakukan travelling. Sehingga pada saat akhir 2021, penerbangan mulai dibuka, dengan persyaratan khusus, saya bersama empat Kakak senior Dokter Patologi Klinik mempunyai rencana indah. Rencana mbolang tercetus saat dr. Roudhotul Ismaillya Noor, Sp.PK(K). mendapat insight dari teman lain. Amingce, begitu saya memanggil, memberikan informasi yang menggairahkan jiwa mbolang kami. Yah… Labuan Bajo dan Pulau Komodo dengan menaik perahu menjadi fokus destinasi wisata saat pandemi melandai.

Suasana makan sore di Kapal Phinisi Sengkolo (Dokumen Izzuki, 2021)

Persahabatan berawal dari persamaan hobby membuat kita berlima mbolang bersama. Saya, dr. Devvi Riasari, Sp.PK(K)., dr. Erawati Armayani, Sp.PK., dr. Roudhatul Ismaillya Noor, Sp.PK(K)., dan Associated Profesor Dr. dr. Rini Reyanti, Sp.PK yang keempatnya adalah senior saya membuat agenda mbolang bersama. Kami memilih private boat agar waktu lebih flexible. Saat itu saya memutuskan pergi bersama keluarga, termasuk kedua anak saya, Yusuf dan Nirmala, ternyata KangMas tidak dapat ikut serta. Peserta lain adalah Mas Shofi (suami Mbak Devvi) dan Mas Hasan (suami Mbak Rini), hingga kami berjumlah 9 orang yang bergabung perjalanan ke Labuan Bajo. Kami bersembilan mengawali petualangan dengan menaik Kapal Phinisi. Kapal yang sangat menarik dan mempunyai fasilitas lengkap untuk mendukung perjalanan kami.

Bersama Adik Nirmala di dek depan kapal Sengkolo (Dokumen Izzuki, 2021)
Suasana santai sore hari, setelah seharian berenang dan snorkling di dek belakang (Dokumen Izzuki, 2021)

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Pulau Kelor. Sebagai gambaran, Wisata Labuan Bajo adalah wisata berkeliling pulau kecil yang ada di Nusa Tenggara Timur. Masyaa Allah, keren sanget, Labuan Bajo yang terkenang dan pasti akan kami rindukan. Kita menyampai di Pulau Kelor setelah berlayar selama kurang lebih 30 menit dari Pelabuhan Labuan Bajo. Dengan menaik Kapal Phinisi kita berlabuh menuju Pulau Kelor. Pulau Kelor merupakan sebuah pulau kecil yang menjadi bagian dari kepulauan Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Laut sekitar Pulau Kelor ini sangat elok dinikmati dari ketinggian. Untuk menuju puncak Pulau Kelor ini, kita harus mendaki bukit dengan kemiringan antara 45 – 60 derajat. Saat mencapai puncak Pulau Kelor ini, kita dapat melihat laut dengan aneka warna. Hijau, biru dan putih pink mewarnai pemandangan laut. Pemandangan yang sangat memanjakan mata. Ya Allah, sungguh indah laut ciptaan-Mu!

Berfofo dengan pemandangan Pulau Komodo dari atas Pulau Kelor (Dokumen Izzuki, 2021)
Manjarite, tempat adaptasi awal snorkling (Dokumen Izzuki, 2021)
Diantara berenang dan snorkling, kita berpindah destinasi dengan tetap menggunakan baju renang (Dokumen Izzuki, 2021)

Setelah puas menikmati Pulau Kelor dengan berfoto dan mencicipi degan yang harganya jadi Rp 50.000,- perbuah, kami menuju ke Laut Manjarite. Di sini semua snorkling sepuasnya. Hanya saya yang tidak turun snorkling karena ketakutan akan luasnya laut. Hihihi, malu aku…. Destinasi terkahir di hari pertama adalah Kalong. Dari atas kapal phinisi kita melihat ribuan kelelawar keluar mencari makan sambil menikmati sunset dari atas kapal.

Bersantai di Dok Kapal Phinisi (Dokumen Izzuki, 2021)
Keindahan langit sore hari, di laut Labuan Bajo (Dokumen Izzuki, 2021)
Menanti sunrise diatas Kapal Phinisi (Dokumen Izzuki, 2021)

Hari kedua kita menikmati keindahan bawah laut dengan snorkling. Manta point kita bertemu dengan ikan pari raksasa. Di laut Siaba kita mencari penyu yang ternyata tidak terlihat sama sekali. Kemudian kita menuju Kanawa berfoto di laut Kanawa dan snorkling menikmati ikan yang berwarna-warni.

Siaba, Labuan Bajo (Dokumen Izzuki, 2021)
Langit pagi hari, sunrise Labuan Bajo (Dokumen Izzuki, 2021)

Keesokan harinya kita menikmati Gunung Padar, itinerary perjalanan kami seharusnya ke pantai pink terlebih dahulu baru ke Padar dan Pulau Komodo kita reschedule. Kapal kita menginap di sekitar Gunung Padar, dan segera saat selesai subuh, kita menaik boot kecil menuju dermaga Padar. Kita menaik Gunung Padar di pagi hari, tepat saat matahari terbit. Pemandangan di Gunung Padar pagi hari sangat indah, dataran pertama yang kita naiki ini menampilkan pemandangan laut penuh kapal diantara pegunungan. Kapal-kapal terlihat sangat eksotik, puluhan kapal terlihat kecil dari qtas gunung menambah indah pemandangan. Langit yang masih gelap mempunyai kekuatan dan keindagan alam dalam memancarkan keindahan tiada tara.

Pulau Padar dari Atas Gunung (Dokumen Izzuki, 2021)

Selanjutnya kami menuju pemberhentian pertama, di sini Mbak Devvi dan Adik Nirmala tidak ikut melanjutkan perjalanan, berdua beristirahat ditempat tersebut, menikmari sun rise dari pemberhentian pertama.

Semakin menaik ke atas gunung, semakin cantik pemandangan pegunungan di Pulau Komodo ini.

Kepulauan Komodo dari atas Gunung Padar (Dokumen Izzuki, 2021)

Puas menikmari Pulau Padar, kita menuju ke Pantai Pink. Pantai yang mempunyai pasir berwarna pink ini sangat indah. Pengunjung yang belum banyak terlihat membuat kita lebih puas melihat pemandangan Pink Beach ini.

Pink Beach, Labuan Bajo (Dokumen Izzuki, 2021)
Sisi lain Pink Beach, Labuan Bajo (Dokumen Izzuki, 2021)
Pink Beach (Dokumen Izzuki, 2021)

Terakhir kita menuju pulau komodo sebelum kembali ke daratan. Di Pulau Komodo kita melakukan tracking mencari jejak komodo. Saat diperjalanan kita menemukan jejak babi hutan dan juga terlihat burung kasuari yang indah. Beberapa komodo kita temukan di akhir sesi perjalanan tracking. Dan terkahir kita berfoto bersama komodo. Yang mengambil gambar adalah pawang komodo nya, mencari saat saat komodo berpose cantik dan aman untuk diajak foto bersama.

Perjalanan wisata akhirnya sampai di daratan. Menikmati makan malam dan merasakan sensasi gempa bumi akibat terlalu lama di lautan, alias mabok laut.

Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan? Masyaa Allahu laa haula walaa quwwata illa billah. Sangat indah ciptaan Allah yang terekspresikan di Labuan Bajo ini

🦋 Izzuki Muhashonah
Pembelajar asal Kab. Lamongan

6 Comments

  1. Endang Supriyati

    Wuih. Keren poll. Bu dokter bersahabat dengan komodo. Ga takut, bu dokter.
    Lihat badan komofo segede itu…hiii
    Labuan Bajo memang luar biasa, saya nikmati dari bu dokter juga anak saya

  2. Mbolang jauh, sampai NTT bu dr. Saya sudah lamaaaa sekali ke sananya. Indah. Pulau pasir pink ditunggu buu.

  3. Mantul/mantap betul, perjalanan menyenangkan seorang dokter cantik, kereen habis terimakasih saya ikut menikmati melalui tulisanbu izzuki

    • Terima kasih telah mampir ke rumah Izzuki Bunda Heriyanti kesayangan.
      Semoga sehat selalu nggih Bunda Her
      Barokallah

Leave a Reply to Heriyanti Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *