MASKOT-MASker Ketemu jenggOT

MASKOT-MASker Ketemu jenggOT

Sebuah polemik sejak 2020, kala negara tempat hidup dengan damai, namun semuanya berubah saat COVID-19 menyerang.
Saat itu memakai masker hukumannya wajib dan keperluan mendesak, jika terlupa maka nafas dan dada terasa sesak. Seakan butiran capsid Coronavirus terurai dan merasuk melesak ke lapisan alveolus.

Kegelisahan muncul akibat dua sisi. Sebagai pengemban amanah PPI Pencegahan dan Pengendalian Infeksi tentunya mengetahui cara memakai APD ada aturan, termasuk memakai masker yang harus sempurna tak boleh terhalang apapun di wajah termasuk jenggot.

Di sisi lain, religi memiliki sabda yang harus dipegang meski panas bak bara api. Tak hanya di dunia Islam, bahkan Sikh ataupun Yahudi pun ada kewajiban serupa.

Jenggot menciptakan celah antara masker dan kulit wajah, mengurangi kemampuan penyegelan (seal) sehingga partikel virus (termasuk aerosol) dapat bocor.
Risiko kebocoran meningkat 20–1.000× dibandingkan wajah tanpa jenggot.

Ada fakta lain berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Adam Roberts dari University College London (UCL), jenggot manusia mengandung bakteri penghasil senyawa antimikroba yang mampu melawan patogen berbahaya, termasuk bakteri resisten antibiotik. Temuan ini mengubah paradigma tentang peran jenggot dari “sarang kuman” menjadi sistem pertahanan imun alami.

Ada 3 organisasi internasional yang kami temukan dalam eksplorasi solusi pemakaian masker bagi nakes berjenggot.
🧔🏻‍♂NIOSH
Mensyaratkan permukaan wajah bebas rambut di area masker untuk lulus fit test. Pengecualian hanya untuk rambut tipis (seperti kumis tipis) yang tidak mengganggu seal.
🧔🏻‍♂CDC
Merekomendasikan nakes berjenggot menggunakan respirator elastomeric atau powered air-purifying respirator (PAPR) jika tidak bisa mencukur.
🧔🏻‍♂WHO
Tidak melarang jenggot, tetapi menekankan uji kesesuaian (fit test) wajib bagi pengguna N95. Jika gagal, alternatif seperti masker kain lapis tiga atau PAPR disarankan.

Pemilihan Masker Khusus
🧔🏻‍♂Masker Head Strap (bukan Ear Loop).
🧔🏻‍♂Masker “beard-friendly” dengan ruang ekstra di dagu 3M™️ HF-800
🧔🏻‍♂Masker elastomerik dengan bantalan silicone seal 3M™️ 6500 Series
🧔🏻‍♂Face Shield/Hood
Tambahan face shield mengurangi risiko paparan melalui celah masker.

Solusi dalam mengabdi dan religi.
ArchiDoct ARMED iCON
Kudus 12 Juni 2025 jam 07.42

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *